Headlines News :

Resource

Media Bawean on Facebook
Home » » Kajari Soal BAP Bawean, Ada 9 Petunjuk Belum Dipenuhi

Kajari Soal BAP Bawean, Ada 9 Petunjuk Belum Dipenuhi

SURYA, Thursday, 05 July 2007

Gresik - Surya, Dituding dagelan dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek reklamasi pantai di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Rp 1,2 miliar, membuat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Pathor Rahman, sedikit meradang. Menurut rencana, ia akan melapor ke Kajati Jatim mengenai kekurangan hasil penyidikan yang dilakukan Polwiltabes Surabaya, Jumat (6/7).

Menurut Pathor, ada sembilan poin yang belum dipenuhi penyidik polwiltabes. Padahal, poin yang disarankan tim kejari sangat vital, sebab apabila tidak dipenuhi justru para terdakwa bisa lolos begitu saja.

Kekurangan itu di antaranya, tanda tangan pengacara di berita acara pemeriksaan (BAP) tidak ada. Selain itu, kejaksaan minta agar ada keterangan saksi ahli bidang pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah. Tetapi penyidik justru meminta keterangan saksi ahli bidang administrasi negara. “Kalau bukan saksi ahli di bidangnya, lalu dari mana bisa diketahui penyimpangan,” kata Pathor Rahman, Rabu (4/7).

Sedang petunjuk lainnya yang belum dipenuhi penyidik, menurut Pathor, belum untuk konsumsi publik. Tetapi semua itu akan dibeber saat ia menggelar paparan di hadapan Kajati Jatim. Sebab, dia tidak mau disudutkan dalam kasus ini. Apalagi dia menilai, sekarang muncul kesan di masyarakat kalau pihak kejaksaan seolah-olah bermain-main dalam kasus korupsi reklamasi itu. “Sebagai bawahan, kami akan laporkan ke atasan biar semuanya jelas,” tegas dia.

Disisi lain, Pathor memahami, untuk melakukan penyidikan memang tidak gampang. Namun dia tidak ingin hasilnya nanti lemah secara hukum yang mengakibatkan perkara itu lolos di persidangan. Karena itu pihaknya tidak main-main dan ingin kasus korupsi di Gresik diungkap secara benar dan profesional. “Atas dasar itulah, berkas hasil penyidikan Polwiltabes Surabaya kami kembalikan. Karena, memang ada yang kurang,” tegas mantan kajari Batam itu.

Kasintel Kejaksaan Gresik Masykur menambahkan, pihaknya semakin senang apabila penyidikan kasus itu cepat selesai. Karena kasus yang melibatkan pejabat Gresik itu sudah terungkap sejak 2002. “Sudah berapa kali kepala kejaksaan berganti, namun kasus itu tetap saja. Karena itu, kali ini kami berharap kasus itu cepat selesai,” kata Masykur.san
Share this article :

Twitter

Advertise

Web Bawean



BLOG BAWEAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Bawean - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template